Jumat, 14 Agustus 2009

Mungkin Karena Dia Bukan yang Terbaik Untukku..

Kenapa tiap kali aku siap untuk berlabuh, dermaga itu tiba-tiba lenyap?

Sebenarnya Ini Tentang Aku..

Kali ini semut tak lagi tersandar sedih karena tak miliki gula, tapi karena tak ada satu gula pun terlihat d pelupuk..

Kamis, 06 Agustus 2009

Terima Kasih Sahabat

Sahabat..
Kalau kisah Romeo dan Juliet ditasbihkan sebagai kisah cinta paling romantis di dunia, kisah kita bersama memang belum bisa untuk diagungkan sebagai kisah persahabatan terbaik.. Tapi kalian tahu? Semua pembuktian yang telah kalian tunjukkan selama ini dan aku yakin yang akan datang juga sudah mengalahkan kata terbaik itu..
Tak seperti yang lain, kalian menemaniku bukan hanya di ruang makan, tapi juga di ruang sidang..
Terima kasih sahabat..

Sabtu, 01 Agustus 2009

Tangan yang Ada dan Tak Ada

Di antara banyaknya tangan tak terulur, tetap saja ada satu dua yang memberikan tangannya.
Tapi ya tentu tidak semenarik yang teguh menjaga tangan.
Aku ingin tanganmu, bukan tangannya. Kenapa bukan tanganmu yg tersodor d depanku? Kenapa malah tangan yang tak kuinginkan itu yg ada?
Apa yang bisa kulakukan agar tanganmu yang ada dalam genggamku?

Senin, 27 Juli 2009

Sepertinya Aku Menyesal!

Hujan membiarkanku mengembara..
Tidak dengan langkah seperti disaat matahari berkuasa, tapi lebih ke pengembaraan pikiran dan perasaanku di beberapa waktu yang lalu..
Menulusuri banyaknya orang yang dulu pernah kukagumi..
Membuka lagi memori disaat pertama ku terpesona melihat mereka.. Lalu pengakuan diri kepada teman akan rasa.. Dilanjutkan perhatian berlebih yang kuberikan pada mereka.. Tak ada selain salah satu dari mereka waktu itu.. Teman pun datang memberi semangat dan banyak harapan ketika mereka bahkan hanya melirikku.. Kemudian datang tahap itu.. Tahapan ketika ku mulai bosan memberi rasa tanpa balas membahagiakan.. Dalam hitungan hari atau minggu, rasa itu berubah.. Tak lagi semenggebu itu sampai akhirnya ku hanya melihat mereka sebagai teman biasa..
Sampai pada suatu ketika, aku mendapat cinta tanpa adanya pengembaraan sia-sia bahkan tak ada satu peluh pun menetes.. Saat itu, datang seorang pria mempersembahkan kepadaku hal yang selalu kucari.. Sesalku sampai saat ini, aku menulikan telinga akan perhatian darinya.. Membutakan mata melihat pengorbanannya.. Sampai akhirnya kulukai hatinya hanya karena kudapat harapan semu dari salah satu mereka.. Kuhempaskan dirinya hanya dengan dua kalimat yang masih kuingat sampai sekarang.. Diapun menghilang dengan cepat dari duniaku.. Tak ada lagi tawa, perhatian apalagi kasih.. Kusadari, aku kehilangan dirinya.. Tak pernah ku sekehilangan ini.. Namun apa lagi yang bisa kuperbuat? Dia sepertinya sudah melupakanku.. Seperti ini ya rasanya? Sangat-sangat tidak enak bahkan bisa dibilang sakit untukku..

Selasa, 14 Juli 2009

Percakapan yang Tak Mungkin

karpet merah berbisik "dia mana?"
"dia siapa?" ujarku lirih jua.
"dia yang dulu telah menghujanimu dengan banyak tawa."
"dia?"
"iya, dia.. dia yang waktu itu duduk disampingmu. kuperhatikan dia sering menatapmu diam-diam."
"oci juga bilang begitu."
"mana dia? sudah lama kuperhatikan tak pernah kau tersenyum sebahagia seperti saat dia ada."
"aku tertawa bersama brisi6 ku."
"heyy, itu bedaa." ujarnya. kemudian karpet merah hening lagi.

Ini Tentang Aku dan Be

Entah kenapa, dibalik banyak kekurangan yang dimilikinya, tetap saja lebih banyak kebaikannya yang tampak dimataku..
Biarpun kadang sangat jelas terasa betapa menjengkelkannya dia, tetap saja hati ini masih bisa rindu akan cerita hariannya, celetukan, senyum, tawa, bahkan sekedar hadir dlm kebisuannya.
Disini, ditempat ini, masih terekam dengan baik caranya menatapku sambil tersenyum, atau saat dia menundukkan wajah ketika keberanianku untuk balik menatapnya muncul, apalagi suaranya saat menertawakan cerita yang kuperdengarkan untuknya, bahkan cara memegang sendok sembari mulutnya mengeluarkan kata paksaan agar menemaninya makan belum terhapus dari ingatan.. Belum lagi pujian yang diberitahukannya melalui teman-temanku..
Ooh Tuhan, kejadian yang seperti itu saja sudah membuatku merasa menjadi orang paling beruntung di dunia. Terima kasih Tuhan, walau hanya sebentar kukecap bahagia itu.
Hal yang paling kusesali dalam sesuatu yg menurutku masih belum bisa disebut hubungan ini hanyalah pertemuan terakhir kami yang berakhir dengan muram di wajahnya.. Kami tidak banyak bicara saat itu lalu dia pergi. Percakapan selanjutnya hanya dilakukan melalui hp. Kesalahpahaman jelas terjadi disana untukku dan dirinya. Ketika itu tengah malam, niat baikku untuk meluruskan semuanya masih melalui hp ditampiknya dengan mengatakan dia sedang sibuk dan banyak masalah.
Kucoba untuk mengerti, bahkan dengan bodohnya saat itu aku kegirangan karena kukira dia sudah tidak marah lagi padaku, sikapnya yg berbeda hanya karena masalah dan kesibukannya.. Sangat khas anak kecil.
Namun kemudian, tak ada lagi sms, wall atau kabar yg datang langsung darinya.
Tuhan, ada apa dengannya? Pesan yang kukirim hanya di balas seperlunya, tidak seperti dulu lagi. Sehingga aku urung untuk menanyakan tentang kami, aku dan dia. Sampai hari ini, belum kudpt kepastian akan sikapnya.
Tuhan, aku tau aku keliru ketika membiarkannya yg sudah mempunyai hubungan dengan seseorang masuk dlm kehidupanku dengan sangat mudah.. Apa sekarang dia sudah melupakanku dan membiarkan dirinya sepenuhnya dimiliki oleh wanita itu? Apa saat itu dia hanya membantuku menghabiskan waktu bersamanya yang juga sedang kelebihan waktu? Atau aku memang telah berbuat salah yg tak kusadari dan dia terlalu marah bahkan hanya untuk mengakui kesalahanku?
Atau memang aku saja yg terlalu banyak berharap? Atau..
Terlalu banyak atau yg ada dipikiranku saat ini..
Aku hanya bisa berharap kamu bisa memberikan jawaban padaku, baik senyum atau tangis yang akan keluar diakhir.
Sayang kamu, BE..