Tampilkan postingan dengan label Lieben. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lieben. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Agustus 2009

Tangan yang Ada dan Tak Ada

Di antara banyaknya tangan tak terulur, tetap saja ada satu dua yang memberikan tangannya.
Tapi ya tentu tidak semenarik yang teguh menjaga tangan.
Aku ingin tanganmu, bukan tangannya. Kenapa bukan tanganmu yg tersodor d depanku? Kenapa malah tangan yang tak kuinginkan itu yg ada?
Apa yang bisa kulakukan agar tanganmu yang ada dalam genggamku?

Senin, 04 Mei 2009

Tanya memohon jawab

Apa arti yang ingin kau beri dengan satu tanya itu?
Sekedar tanya tak bermakna, tanya yg hadir hanya untuk melambungkan asa atau malah tanya yg benarbenar menjanjikan indah masa depan?
Tolong beri aku tanda.. Sekali anggukan kepala akan memberikan banyak pasti..

Jumat, 24 April 2009

Masih Belum Cerah!

Diri masih membuktikan ketegarannya..
Belum oleng meski berkali tak seberuntung mereka dalam hal cinta..
Belum pernah terlalu larut ketika tak sedikitpun dia menoleh ke diri..
Belum pernah mengemis ketika dia tak pernah berusaha mengenal diri..
Sampai suatu waktu diri melihat cerah..
Cerah yang tercipta karena lelahnya menanti..
Cerah yang tercipta karena kebaikan hati..
Cerah yang tercipta karena adanya pesona diri ..
Tanpa perlawanan, diri pun menyerahkan hati kepada kamu dan berhenti menunggu datangnya dia..
Akan tetapi kali ini diri hanya berani menggantungkan asa setinggi langit kamar..
Tak lagi berharap dicinta, hanya memohon kesempatan menunjukkan kasih..

Sabtu, 18 April 2009

Sebelum..

Hapus, hapus sebelum ada yg membekas..
Sebelum burung tahu kemudian memberitahukannya pada semesta..
Sebelum mereka akan datang untuk mencela..
Sebelum kamu tahu lalu akupun tertunduk hina..
Sebelum. Sebelum. Sebelum..

00.18 ketika baru selesai belajar B. Indo n Antropologi.. H-1 UAN SMA..

Senin, 30 Maret 2009

Rasa

Sungguh, aku sangat merindukannya. Saat ini, lagi-lagi aku tak bisa bertemu muka dengannya, sekian lama hanya bisa merindukannya, lagi.. Apa aku harus jatuh seperti kemarin itu? Kemarin ketika kita melampiaskan rindu.. (atau hanya aku? Dan bukan kita? Huh!)

Tiba-tiba?

Sepatu itu telah mengantarkanku sampai di jalan ini.. Dan pikirku pun telah sampai di keputusan itu.. Tak ingin melupakannya, hanya mencoba untuk tak lagi menempatkannya di tempat yg biasa..

Kamis, 05 Februari 2009

Diaaaa

Lagi gak ada inspirasi , tp pengen posting blog .
Hehehe .
Oke , ngomong yg bisa diomongin saja yaa .
:p

-Aku : "Jujur , aku sedang merindukan seseorang saat ini . Seseorang yang namanya tertulis di hatiku . Yang seperti tidak cukup dgn ditulis , namanya juga dibingkai dan disimpan dlm brankas hati . (lebay bgt yak!) Sebelum post ini semakin tak karuan , aku ingin mengatakan bahwa rindu untukku adalah rasa ketika kita menginginkan atau berharap seseorang atau sesuatu ada disini sekarang . Sebenernya bayangnya bukan hanya hadir sekarang saja , tapi rasa yg 'paling' ya mungkin sekarang ini ."
-Akuyglain : "Darf ich Sie etwas Fragen ?"
-Aku : "Selbsverständlich , bitte ."
-Aku yg lain : "Warum ? Kenapa tiba-tiba rasa yg 'paling' itu datang sekarang ?"
-Aku : "Karena mereka ."
-Akuyglain : "Wer ?"
-Aku : "Meine Freundin . Mein Brisi6 ."
-Akuyglain : "Apa yang mereka katakan atau lakukan hingga kau seperti ini ? Apa kesalahan mereka padamu ?"
-Aku : "Mereka tidak salah . Bahkan mereka membantu menyadarkanku secara tak sengaja ".
-Akuyglain : "Menyadarkanmu tentang apa ?"
-Aku : "Euumph , Aku baru sadar kalau aku kesepian ."
-Akuyglain : "Kesepian ?"
-Aku : "Ya , memang aku mempunyai keluarga yang sangat spektakuler dan sahabat yang tak pernah membiarkanku sendiri . Tapi selayaknya manusia , keadaan yg kumiliki sekarang tak membuatku merasa cukup . Aku bukannya menyalahkan keadaanku sebagai seorang manusia , hanya sadar akan hal itu ."
-Akuyglain : "Terus?"
-Aku : "Terus , kesadaranku tentang kesepian itu mengambang ke permukaan karena ...."
-Akuyglain : "Karena apa ?"
-Aku : "Karena ketika mereka menceritakan dengan bangganya akan cerita cinta maupun si cinta mereka masing-masing , aku tak punya apapun untuk dibagi . Hanya dapat diam dan menjawab ketika ditanya pendapatku , hanya berfungsi sebagai pendengar yang baik pada saat itu ."
-Akuyglain : "Kesimpulannya?"
-Aku : "Aku gak punya 'seseorg yg spesial' seperti mereka . Puassss ?"
-Akuyglain : "Hehe . Tut mir leid . Maaf-maaf . Jadi , ada lagi yg ingin kau ceritakan?"
-Aku : "Ada , sebenarnya 'seseorang yg spesial' itu ada . Hanya saja dia bukan milikku , bukan untukku ."
-Akuyglain : "Benarkah ? Siapa dia ? Seperti apa rupanya ?"
-Aku : "Ja . Recht . Dia ya dia . Dia pangeran untukku . Pengisi sebagian besar hatiku . Eumph , rupanya ? Sepertinya kalau aku yang mencoba untuk mendeskripsikan , akan terlalu sempurna . Karena seperti apapun dia , akan menjadi indah di mataku ."
-Akuyglain : "Kalau begitu , kenapa kau tetap kesepian ?"
-Aku : "Karena dia bukan untukku dan dia jauh dariku . Bahkan aku ragu , dia ingat akan sosokku . Jadi tidak salah kalau aku merasa kesepian kan ?"
-Akuyglain : "Kalau begitu , kenapa kau tidak bersama orang lain saja ?"
-Aku : "Emang ada yg mau ? Huhu . Nggak-nggak . Hal itu sudah pernah kucoba , tp malah batinku tak tenang . Terus memikirkannya disaat bersama yg lain . Jadi daripada ada perasaan yg tersakiti selain dari pihakku , lebih baik aku diam ."
-Akuyglain : "Hanya segitu saja usahamu ? Ayolaaaah ."
-Aku : "Cinta tak harus memiliki kan ?"
-Akuyglain : "Itu hanya ucapan dari pengecut yg bersembunyi dibalik kata cinta . Mereka tak berani mengungkapkan cinta yg mereka miliki . Dan mengatasnamakan cinta akan itu ."
-Aku : "Heumph , Pengecut itu = aku"
-Akuyglain : "Setuju . Jadi , org spesialmu itulah org yg sedang kau rindukan sekarang ?"
-Aku : "Ya"
-Akuyglain : "Boleh tau sapa ?"
-Aku : "Nein . Gak ."
-Akuyglain : "Boleh nanya lagi ?"
-Aku : "Gak . Aku sudah ngantuk"

(orang yg aneeeeh)