Hujan membiarkanku mengembara..
Tidak dengan langkah seperti disaat matahari berkuasa, tapi lebih ke pengembaraan pikiran dan perasaanku di beberapa waktu yang lalu..
Menulusuri banyaknya orang yang dulu pernah kukagumi..
Membuka lagi memori disaat pertama ku terpesona melihat mereka.. Lalu pengakuan diri kepada teman akan rasa.. Dilanjutkan perhatian berlebih yang kuberikan pada mereka.. Tak ada selain salah satu dari mereka waktu itu.. Teman pun datang memberi semangat dan banyak harapan ketika mereka bahkan hanya melirikku.. Kemudian datang tahap itu.. Tahapan ketika ku mulai bosan memberi rasa tanpa balas membahagiakan.. Dalam hitungan hari atau minggu, rasa itu berubah.. Tak lagi semenggebu itu sampai akhirnya ku hanya melihat mereka sebagai teman biasa..
Sampai pada suatu ketika, aku mendapat cinta tanpa adanya pengembaraan sia-sia bahkan tak ada satu peluh pun menetes.. Saat itu, datang seorang pria mempersembahkan kepadaku hal yang selalu kucari.. Sesalku sampai saat ini, aku menulikan telinga akan perhatian darinya.. Membutakan mata melihat pengorbanannya.. Sampai akhirnya kulukai hatinya hanya karena kudapat harapan semu dari salah satu mereka.. Kuhempaskan dirinya hanya dengan dua kalimat yang masih kuingat sampai sekarang.. Diapun menghilang dengan cepat dari duniaku.. Tak ada lagi tawa, perhatian apalagi kasih.. Kusadari, aku kehilangan dirinya.. Tak pernah ku sekehilangan ini.. Namun apa lagi yang bisa kuperbuat? Dia sepertinya sudah melupakanku.. Seperti ini ya rasanya? Sangat-sangat tidak enak bahkan bisa dibilang sakit untukku..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

kaTe : udah ulun masukkan lagi ka..hehe.
BalasHapusmenyukai gaya bahasanya..
BalasHapushoreeeeeeeeeeeeeeeeeeee..
BalasHapusmakasih ka, makasiih..hehe.
tp tenang ja ka, blm ngalahkan pian ko bgusnya.hihi :)