Jumat, 30 Juli 2010

untuk kamu yang telah berubah dan aku yang egois

bertransformasi menjadi orang yang semakin baik itu harus, kalau tidak kita merugi, aku tau itu tidak mudah.
ku dapati kamu mulai berubah dengan tangan lain sebagai pegangan, aku tahu itu sudah seharusnya.
ketika kamu mulai berhenti untuk memperlihatkan hasil dari semua itu, aku tahu itu masih kamu, dan memang.
tapi aku sendiri tidak tahu kalau kau tanya batas.
karena yang dulunya buruk berubah menjadi baik.
tapi yang sebelumnya baik, berubah buruk menurutku.
atau memang aku saja yang terlalu sensitif?
atau aku saja yang tak ingin kau berubah?
karena aku sendiri masih disini, jalan di tempat pun tidak.
sempat terbersit di benak untuk malah berpikir aku yang buruk.
tapi sepertinya aku salah, sepertinya aku masih orang baik disini.
lalu muncul berbagai hipotesis,
dan kemudian muncul jawab dari segala pembelaan terhadap diri dan pernyataan untuk kamu.
apa itu karena baik dan buruk menurut kamu dan aku telah begitu berbeda?
apa sekarang tidak ada lagi kita untuk kamu dan aku?
dan, apa memang aku benar-benar tahu?
sepertinya aku saja yang terlalu egois.
tapi aku harus bertahan.
karena buatku, tidak boleh ada ingkar kalau lebih dulu tertanam ikrar.

Rabu, 07 April 2010

mencoba meyakinkan hati kalau rasa ini hanya untuk sesaat. sangat riskan jika diteruskan, baik untukku atau dia. akan banyak orang yang merasa terkhianati nantinya.
aku berbeda,
kadang merasa,
tapi tak ingin peka.

Rabu, 10 Februari 2010

apa lemahku tampak sampai-sampai hati sendiri senang mempermainkan?
entah ya, mungkin tidak.
jatuh ke jurang yang itu-itu saja seperti bahagia melakukannya,
bangun juga berkali ditempat yang sama layaknya sedang menikmati.
padahal aku enggan,
andai saja boleh tidak.
walau sudah terbiasa,
tetap saja terlalu gembira saat memulai lalu sedih saat tahu tak ada kesempatan kemudian harus mundur.

Selasa, 05 Januari 2010

Tersadar

tersadar.
entah akan lama atau sebentar..

paling tidak aku pernah.
paling tidak kuingin berubah..


berkali Ibu mengingatkan,
ayah tak ketinggalan,
belum lagi banyaknya teman.

namun hati tak tergerak.
bahkan sepetak.

kakak pemalas, terlalu pesimis.
kakak tak mau berusaha, terlalu banyak hura-hura.

biasa tapi menusuk.
ya, aku tertusuk.
jlebb, bunyinya.
sakit, rasanya.

Jumat, 14 Agustus 2009

Mungkin Karena Dia Bukan yang Terbaik Untukku..

Kenapa tiap kali aku siap untuk berlabuh, dermaga itu tiba-tiba lenyap?

Sebenarnya Ini Tentang Aku..

Kali ini semut tak lagi tersandar sedih karena tak miliki gula, tapi karena tak ada satu gula pun terlihat d pelupuk..