Tampilkan postingan dengan label Liebe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liebe. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Agustus 2010

Pengakuan

kalau Anda ingin tahu, saya senang menghabiskan waktu dengan Anda.
uhm, mungkin senang adalah kata yang terlalu sombong ya? terlalu sombong untuk mengakui bahwa saya memerlukan lebih dari kata senang dalam mengungkapkannya.
yaah, walau dalam pertemuan itu bukan hanya Anda dan saya yang ada. walau juga tak ada pujian mengemuka dan tak ada iringan musik romantis dengan cahaya lilin.
aaaah, tapi semua itu terlalu. terlalu tak mungkin. dan bahkan saya tak ingin, karena kalau itu benar terjadi mungkin saya akan mati di menit kedua lalu tak bisa menikmatinya.
cukup seperti sekarang saja ya? Anda bertanya, saya menjawab. Anda bercerita, saya memperhatikan. Anda memberi lelucon, saya tertawa.
yang penting bisa sama Anda. ya, seperti biasa.

Tolong Dicoba!

hey kamu, tolonglah untuk bertanggung jawab.
bukan, bukan untuk janin atau sesuatu seperti itu.
tapi untuk hati yg telah kurelakan untuk kau bawa pergi.
tolong lakukan sesuatu padanya, karena terlalu tak mungkin tuk berharap kau berikan punyamu.
cukup bawa saja kemudian beri sedikit rasa itu padanya, pasti akan kuberi banyak untuk balasannya.
lalu tolong kecap balas dariku walau sedikit, biar kau tahu ada rasa yang lain kalau kau membiarkannya masuk.

Ini Kamu Ini

tak ada yang tak bisa ku nikmati kalau itu ada hubungannya denganmu.
tubuh yg pasti bisa melindungi,
wajah yg menenangkan,
suara yg menyenangkan,
perhatian yg membuatku merasa jd orang paling beruntung di dunia,
kulit yg tak sengaja bersentuhan tapi menimbulkan efek yang sangat luar biasa,
juga tatapan yg tak terdefinisikan maknanya itu.

hey lelaki, aku menyukai semua milikmu itu.
tapi aku tak suka kepada semua orang yang juga menyukaimu, kenapa pesona itu tak hanya hadir untukku?
aku pun tak suka caramu menertawakan saja semua sinyal yang di berikan padamu, kenapa tak kau yakinkan saja aku biar hatiku tenang sedikit?
aku juga tak suka ketika kamu mengangkat telepon kemudian berbincang dengan perempuan lain menggunakan suaramu yang kusuka itu..
tapi aku sangat mencintai caramu memulihkan hati kemudian meredam cemburuku. aku sangat mencintai caramu memahamiku tanpa keluar satu kata pun dari mulut ini. "dia itu, dia ini, dia bla, bla dia."
hey, kenapa tiba-tiba kamu menceritakan semua itu? seakan tahu kalau semua percakapanmu dengan dia sebelumnya sudah membuatku gundah.

aku cinta, sungguh.

Tapi Nyatanya?

harusnya rasa ini tak boleh ada di hati,
harusnya aku tetap berada di garis pertahananku,
bukannya terbuai disini,
bukannya diam menikmati semua perhatianmu.

Rabu, 07 April 2010

mencoba meyakinkan hati kalau rasa ini hanya untuk sesaat. sangat riskan jika diteruskan, baik untukku atau dia. akan banyak orang yang merasa terkhianati nantinya.