apa lemahku tampak sampai-sampai hati sendiri senang mempermainkan?
entah ya, mungkin tidak.
jatuh ke jurang yang itu-itu saja seperti bahagia melakukannya,
bangun juga berkali ditempat yang sama layaknya sedang menikmati.
padahal aku enggan,
andai saja boleh tidak.
walau sudah terbiasa,
tetap saja terlalu gembira saat memulai lalu sedih saat tahu tak ada kesempatan kemudian harus mundur.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar