Selasa, 05 Januari 2010

Tersadar

tersadar.
entah akan lama atau sebentar..

paling tidak aku pernah.
paling tidak kuingin berubah..


berkali Ibu mengingatkan,
ayah tak ketinggalan,
belum lagi banyaknya teman.

namun hati tak tergerak.
bahkan sepetak.

kakak pemalas, terlalu pesimis.
kakak tak mau berusaha, terlalu banyak hura-hura.

biasa tapi menusuk.
ya, aku tertusuk.
jlebb, bunyinya.
sakit, rasanya.

Jumat, 14 Agustus 2009

Mungkin Karena Dia Bukan yang Terbaik Untukku..

Kenapa tiap kali aku siap untuk berlabuh, dermaga itu tiba-tiba lenyap?

Sebenarnya Ini Tentang Aku..

Kali ini semut tak lagi tersandar sedih karena tak miliki gula, tapi karena tak ada satu gula pun terlihat d pelupuk..

Kamis, 06 Agustus 2009

Terima Kasih Sahabat

Sahabat..
Kalau kisah Romeo dan Juliet ditasbihkan sebagai kisah cinta paling romantis di dunia, kisah kita bersama memang belum bisa untuk diagungkan sebagai kisah persahabatan terbaik.. Tapi kalian tahu? Semua pembuktian yang telah kalian tunjukkan selama ini dan aku yakin yang akan datang juga sudah mengalahkan kata terbaik itu..
Tak seperti yang lain, kalian menemaniku bukan hanya di ruang makan, tapi juga di ruang sidang..
Terima kasih sahabat..

Sabtu, 01 Agustus 2009

Tangan yang Ada dan Tak Ada

Di antara banyaknya tangan tak terulur, tetap saja ada satu dua yang memberikan tangannya.
Tapi ya tentu tidak semenarik yang teguh menjaga tangan.
Aku ingin tanganmu, bukan tangannya. Kenapa bukan tanganmu yg tersodor d depanku? Kenapa malah tangan yang tak kuinginkan itu yg ada?
Apa yang bisa kulakukan agar tanganmu yang ada dalam genggamku?

Senin, 27 Juli 2009

Sepertinya Aku Menyesal!

Hujan membiarkanku mengembara..
Tidak dengan langkah seperti disaat matahari berkuasa, tapi lebih ke pengembaraan pikiran dan perasaanku di beberapa waktu yang lalu..
Menulusuri banyaknya orang yang dulu pernah kukagumi..
Membuka lagi memori disaat pertama ku terpesona melihat mereka.. Lalu pengakuan diri kepada teman akan rasa.. Dilanjutkan perhatian berlebih yang kuberikan pada mereka.. Tak ada selain salah satu dari mereka waktu itu.. Teman pun datang memberi semangat dan banyak harapan ketika mereka bahkan hanya melirikku.. Kemudian datang tahap itu.. Tahapan ketika ku mulai bosan memberi rasa tanpa balas membahagiakan.. Dalam hitungan hari atau minggu, rasa itu berubah.. Tak lagi semenggebu itu sampai akhirnya ku hanya melihat mereka sebagai teman biasa..
Sampai pada suatu ketika, aku mendapat cinta tanpa adanya pengembaraan sia-sia bahkan tak ada satu peluh pun menetes.. Saat itu, datang seorang pria mempersembahkan kepadaku hal yang selalu kucari.. Sesalku sampai saat ini, aku menulikan telinga akan perhatian darinya.. Membutakan mata melihat pengorbanannya.. Sampai akhirnya kulukai hatinya hanya karena kudapat harapan semu dari salah satu mereka.. Kuhempaskan dirinya hanya dengan dua kalimat yang masih kuingat sampai sekarang.. Diapun menghilang dengan cepat dari duniaku.. Tak ada lagi tawa, perhatian apalagi kasih.. Kusadari, aku kehilangan dirinya.. Tak pernah ku sekehilangan ini.. Namun apa lagi yang bisa kuperbuat? Dia sepertinya sudah melupakanku.. Seperti ini ya rasanya? Sangat-sangat tidak enak bahkan bisa dibilang sakit untukku..

Selasa, 14 Juli 2009

Percakapan yang Tak Mungkin

karpet merah berbisik "dia mana?"
"dia siapa?" ujarku lirih jua.
"dia yang dulu telah menghujanimu dengan banyak tawa."
"dia?"
"iya, dia.. dia yang waktu itu duduk disampingmu. kuperhatikan dia sering menatapmu diam-diam."
"oci juga bilang begitu."
"mana dia? sudah lama kuperhatikan tak pernah kau tersenyum sebahagia seperti saat dia ada."
"aku tertawa bersama brisi6 ku."
"heyy, itu bedaa." ujarnya. kemudian karpet merah hening lagi.