Diri masih membuktikan ketegarannya..
Belum oleng meski berkali tak seberuntung mereka dalam hal cinta..
Belum pernah terlalu larut ketika tak sedikitpun dia menoleh ke diri..
Belum pernah mengemis ketika dia tak pernah berusaha mengenal diri..
Sampai suatu waktu diri melihat cerah..
Cerah yang tercipta karena lelahnya menanti..
Cerah yang tercipta karena kebaikan hati..
Cerah yang tercipta karena adanya pesona diri ..
Tanpa perlawanan, diri pun menyerahkan hati kepada kamu dan berhenti menunggu datangnya dia..
Akan tetapi kali ini diri hanya berani menggantungkan asa setinggi langit kamar..
Tak lagi berharap dicinta, hanya memohon kesempatan menunjukkan kasih..
Jumat, 24 April 2009
Sabtu, 18 April 2009
Sebelum..
Hapus, hapus sebelum ada yg membekas..
Sebelum burung tahu kemudian memberitahukannya pada semesta..
Sebelum mereka akan datang untuk mencela..
Sebelum kamu tahu lalu akupun tertunduk hina..
Sebelum. Sebelum. Sebelum..
00.18 ketika baru selesai belajar B. Indo n Antropologi.. H-1 UAN SMA..
Sebelum burung tahu kemudian memberitahukannya pada semesta..
Sebelum mereka akan datang untuk mencela..
Sebelum kamu tahu lalu akupun tertunduk hina..
Sebelum. Sebelum. Sebelum..
00.18 ketika baru selesai belajar B. Indo n Antropologi.. H-1 UAN SMA..
Kamis, 09 April 2009
Das Lied
Untitled-Maliq n The Essential
Ketika kurasakan sudah ada ruang dihatiku yang kau sentuh
Dan ketika kusadari sudah tak selalu indah cinta yang ada
Mungkin memang ku yang harus mengerti
Bila ku bukan yang ingin kau miliki
Salahkah ku bila kaulah yang ada dihatiku
Adakah ku singgah dihatimu
Mungkinkah kau rindukan adaku
Adakah ku sedikit dihatimu
Bilakah ku mengganggu harimu
Mungkinkah tak inginkan adaku
Akankah ku sedikit dihatimu
Bila memang ku yang harus mengerti
Mengapa cintamu tak dapat kumiliki
Salahkah ku bila kaulah yang ada dihatiku
Kau yang ada dihatiku
Bila cinta kita takkan tercipta
Ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
Adakah diriku singgah dihatimu
Dan bilakah kau tau
Kaulah yang ada dihatiku
Kau yang ada dihatiku
Adakah ku di hatimu
Aku lagi suka dengerin lagu dari Maliq and The Essential ini. Kenapa? Biasanya orang mendengarkan lagu karya cipta orang lain karena:
1. Enak didenger.
2. Yang nyanyi cakep/keren/cantik.
3. Liriknya bagus. Isinya menggambarkan perasaan kita saat ini.
4. dll (ada yang mau nambahin?)
Naah, khusus untuk lagu ini aku suka karena alasan no tiga. Hahahaha. Bagaimana denganmu? :)
Ketika kurasakan sudah ada ruang dihatiku yang kau sentuh
Dan ketika kusadari sudah tak selalu indah cinta yang ada
Mungkin memang ku yang harus mengerti
Bila ku bukan yang ingin kau miliki
Salahkah ku bila kaulah yang ada dihatiku
Adakah ku singgah dihatimu
Mungkinkah kau rindukan adaku
Adakah ku sedikit dihatimu
Bilakah ku mengganggu harimu
Mungkinkah tak inginkan adaku
Akankah ku sedikit dihatimu
Bila memang ku yang harus mengerti
Mengapa cintamu tak dapat kumiliki
Salahkah ku bila kaulah yang ada dihatiku
Kau yang ada dihatiku
Bila cinta kita takkan tercipta
Ku hanya sekedar ingin tuk mengerti
Adakah diriku singgah dihatimu
Dan bilakah kau tau
Kaulah yang ada dihatiku
Kau yang ada dihatiku
Adakah ku di hatimu
Aku lagi suka dengerin lagu dari Maliq and The Essential ini. Kenapa? Biasanya orang mendengarkan lagu karya cipta orang lain karena:
1. Enak didenger.
2. Yang nyanyi cakep/keren/cantik.
3. Liriknya bagus. Isinya menggambarkan perasaan kita saat ini.
4. dll (ada yang mau nambahin?)
Naah, khusus untuk lagu ini aku suka karena alasan no tiga. Hahahaha. Bagaimana denganmu? :)
Senin, 30 Maret 2009
Rasa
Sungguh, aku sangat merindukannya. Saat ini, lagi-lagi aku tak bisa bertemu muka dengannya, sekian lama hanya bisa merindukannya, lagi.. Apa aku harus jatuh seperti kemarin itu? Kemarin ketika kita melampiaskan rindu.. (atau hanya aku? Dan bukan kita? Huh!)
Tentang Bonie
Aku ini orang. Orang yg punya enam bayangan. Bukan karena badanku seperti enam orang (belum).Jadi apa yg kumaksud dengan bayangan? Kenapa harus bayangan? Karena hanya itu yg terlintas dikepalaku sekarang. Dan karena menurutku enam bayangan menggambarkan tubuhku yg sekarang ada karena sokongan dari enam itu, bukan hanya karena satu. Tak ada mereka, tak ada aku. Mereka adalah bagian dariku yg terpenting dr yg penting-penting jadi kusebut dengan bayangan. Bukan karena mereka dibawah bayang-bayangku, bukan, bukan itu. Selain itu juga, kupikir bayangan sebutan yg bagus. Atau ada sumbangan ide? Hahaha.
Suatu hari, satu bayangan yg kita sebut saja dengan Bonie melakukan sesuatu yg menurutku dan bayangan lainnya tidak tepat. Diwaktu itu, kami biarkan saja Bonie. Karena kami pikir, biarlah. Seseorang melakukan ketidaktepatan itu hal yg biasa. Aku juga pernah, sering malah. Bayangan yg lain juga. Tapi apa yg terjadi? Dia semakin terhanyut. Diwaktu itu dia masih saja kami biarkan. Karena kami mulai berpikir mungkin inilah kebahagiaannya walau dimulai dengan ketidaktepatan. Teruskan Bonie. Kami pun mendukungnya sepenuh hati dikala itu. Semua sarana dan prasarana kami pergunakan untuk mendorong langkahnya. Seperti yang diduga, dia bahagia. Itu saja. Sampai akhirnya Bonie terperosok ketika tak lagi kami perhatikan langkahnya. Dia yg membuat Bonie bahagia meninggalkannya begitu saja untuk yg lain. Yg baru, yg lebih daripada Bonie untuknya. Bonie pun kemudian datang terisak dihadapan kami. Kami pun mulai menata langkah, mengajari, menyemangati dan menghapus airmata Bonie lagi agar Bonie bisa menjadi seseorang yg baru, yg lebih tegar dan pintar daripada Bonie yg dulu. Paling tidak setara tapi sedikit lebih pintar sehingga tidak dibodohi seperti dulu. Tapi apa? Sekarang Bonie malah terjun bebas ke jurang, yg parahnya, jurang yg dulu juga. Yg itu-itu saja. Jurang yang dibuat oleh Dia yg meninggalkan Bonie dulu. Apa lagi yg diinginkan oleh pembuat jurang itu? Menghancurkan Bonie seperti kemarin lagi? Tidak akan kami biarkan. Itu kata-kata yg dulu akan kulontarkan untuk Dia. Tapi sekarang, -ketika Bonie mengacuhkan kata-kata lembut sampai makian kami yang dikeluarkan hanya untuk menyadarkannya- kami tidak pernah lagi akan berkata seperti itu. Bonie sudah dewasa, kami akan membiarkannya walau nanti dia akan jatuh lagi. Biarkanlah dia mengambil keputusannya. Buktikan pada kami bahwa pilihanmu itu benar. Jangan sampai kami tertawa diatas tangismu nanti sambil berkata "Benar kan apa yg kami bilang, Bon?"
Suatu hari, satu bayangan yg kita sebut saja dengan Bonie melakukan sesuatu yg menurutku dan bayangan lainnya tidak tepat. Diwaktu itu, kami biarkan saja Bonie. Karena kami pikir, biarlah. Seseorang melakukan ketidaktepatan itu hal yg biasa. Aku juga pernah, sering malah. Bayangan yg lain juga. Tapi apa yg terjadi? Dia semakin terhanyut. Diwaktu itu dia masih saja kami biarkan. Karena kami mulai berpikir mungkin inilah kebahagiaannya walau dimulai dengan ketidaktepatan. Teruskan Bonie. Kami pun mendukungnya sepenuh hati dikala itu. Semua sarana dan prasarana kami pergunakan untuk mendorong langkahnya. Seperti yang diduga, dia bahagia. Itu saja. Sampai akhirnya Bonie terperosok ketika tak lagi kami perhatikan langkahnya. Dia yg membuat Bonie bahagia meninggalkannya begitu saja untuk yg lain. Yg baru, yg lebih daripada Bonie untuknya. Bonie pun kemudian datang terisak dihadapan kami. Kami pun mulai menata langkah, mengajari, menyemangati dan menghapus airmata Bonie lagi agar Bonie bisa menjadi seseorang yg baru, yg lebih tegar dan pintar daripada Bonie yg dulu. Paling tidak setara tapi sedikit lebih pintar sehingga tidak dibodohi seperti dulu. Tapi apa? Sekarang Bonie malah terjun bebas ke jurang, yg parahnya, jurang yg dulu juga. Yg itu-itu saja. Jurang yang dibuat oleh Dia yg meninggalkan Bonie dulu. Apa lagi yg diinginkan oleh pembuat jurang itu? Menghancurkan Bonie seperti kemarin lagi? Tidak akan kami biarkan. Itu kata-kata yg dulu akan kulontarkan untuk Dia. Tapi sekarang, -ketika Bonie mengacuhkan kata-kata lembut sampai makian kami yang dikeluarkan hanya untuk menyadarkannya- kami tidak pernah lagi akan berkata seperti itu. Bonie sudah dewasa, kami akan membiarkannya walau nanti dia akan jatuh lagi. Biarkanlah dia mengambil keputusannya. Buktikan pada kami bahwa pilihanmu itu benar. Jangan sampai kami tertawa diatas tangismu nanti sambil berkata "Benar kan apa yg kami bilang, Bon?"
Tiba-tiba?
Sepatu itu telah mengantarkanku sampai di jalan ini.. Dan pikirku pun telah sampai di keputusan itu.. Tak ingin melupakannya, hanya mencoba untuk tak lagi menempatkannya di tempat yg biasa..
Senin, 09 Maret 2009
Akhirnya posting lagiiii.....
Sepertinya sudah cukup lama aku tak menulis di blog ini. Maaf untuk para pembaca setiaku. (haha.. Gaya banget. Padahal pembaca setianya cuma sahabat-sahabat dan keluargaku)
Bulan Pebruari adalah bulan yang sangat melelahkan dan menyibukkan. Adanya SMUT, Try Out Provinsi dan Try Out Kota, belum lagi Try Out-Try Out di sekolah juga banyak acara dari sekolah seperti HUT dan pemotretan untuk album kenangan angkatan kami, membuatku (jujur) sedikit kepayahan menghadapinya. Selesai satu hal, datang hal yang lain. Bagiku yang terlalu santai dalam menghadapi hidup, itu merupakan masalah tentunya. Haha. Tapi, bukan itu juga yang membuatku tidak menulis blog. Sebenarnya Try Out bukan masalah besar kok, aku kan orangnya santai. (hehe.. Betapa plin-plannya aku) Yang lebih banyak berperan adalah aku malas. Dan kenapa aku malas? Karena aku adalah seorang pemalas? Tidak juga, semua itu karena aku tidak memiliki semangat dan motivasi lagi untuk menulis.
Salahku juga sebenarnya, melakukan sesuatu karena seseorang. Sehingga ketika dia yang menjadi penyemangat dan motivatorku tidak melakukan apa yang kuharap, akupun jadi malas melakukan apa-apa. Maklum, aku baru hampir 17 tahun sehingga mungkin itulah yang membuat pikiranku masih sering terombang-ambing dan "angin-anginan". Seringkali berubah hanya karena mendapat 'bisikan' terlalu banyak dari salah satu pihak. Tapi itulah aku, mungkin nanti seiring perjalanan hidupku ini aku akan berubah. Berubah menjadi lebih baik dari yang sekarang, dari saat aku menulis ini kuharap. Tapi aku tau, berharap tanpa melakukan apa-apa juga hanya akan membuang waktu, jadi aku juga akan belajar berubah dari saat ini. Hoffentlich klapt das. Amiiin...
Bulan Pebruari adalah bulan yang sangat melelahkan dan menyibukkan. Adanya SMUT, Try Out Provinsi dan Try Out Kota, belum lagi Try Out-Try Out di sekolah juga banyak acara dari sekolah seperti HUT dan pemotretan untuk album kenangan angkatan kami, membuatku (jujur) sedikit kepayahan menghadapinya. Selesai satu hal, datang hal yang lain. Bagiku yang terlalu santai dalam menghadapi hidup, itu merupakan masalah tentunya. Haha. Tapi, bukan itu juga yang membuatku tidak menulis blog. Sebenarnya Try Out bukan masalah besar kok, aku kan orangnya santai. (hehe.. Betapa plin-plannya aku) Yang lebih banyak berperan adalah aku malas. Dan kenapa aku malas? Karena aku adalah seorang pemalas? Tidak juga, semua itu karena aku tidak memiliki semangat dan motivasi lagi untuk menulis.
Salahku juga sebenarnya, melakukan sesuatu karena seseorang. Sehingga ketika dia yang menjadi penyemangat dan motivatorku tidak melakukan apa yang kuharap, akupun jadi malas melakukan apa-apa. Maklum, aku baru hampir 17 tahun sehingga mungkin itulah yang membuat pikiranku masih sering terombang-ambing dan "angin-anginan". Seringkali berubah hanya karena mendapat 'bisikan' terlalu banyak dari salah satu pihak. Tapi itulah aku, mungkin nanti seiring perjalanan hidupku ini aku akan berubah. Berubah menjadi lebih baik dari yang sekarang, dari saat aku menulis ini kuharap. Tapi aku tau, berharap tanpa melakukan apa-apa juga hanya akan membuang waktu, jadi aku juga akan belajar berubah dari saat ini. Hoffentlich klapt das. Amiiin...
Langganan:
Postingan (Atom)
