Sabtu, 14 Februari 2009

Spazierengehen mit meine Lehrerinnen

Aku suka jalan-jalan, sangaaaatt malah .
Jalan dengan teman, pacar, maupun keluarga .
Tapi kalau jalan-jalan dengan guru, nah lo gimana niih ?
Semua bermula ketika a nad dipanggil oleh Bu Kat (Katrin Cahyani Sontobali) setelah Try Out hari kedua.

Bu kat : "Nad, kamu nganggur gak?"
A nad : "Iya, bu."
Bu kat : "Kalau begitu, hari jum'at temenin ibu ngambil baju guru-guru ke Banjarmasin ya?"
A nad : "Oh, iya bu."

Ooooh. Betapa malangnya nasibmu a. Hahahaha .
Awalnya sih aku dan yg lain ngetawain a nad bgt. Gimana gak, jalan k bjm ama guru euy. Tapi, dikarenakan muka a nad yg sangat memelas dan didukung suaranya yg bikin orang gak tahan buat ngambil recehan di kantong, aku dan oci yang baik hati inipun menyanggupi tawaran a nad buat menemaninya ke bjm. Ya, bersama guru. Guru yg di segani d Smansa Bjb yg jg sempat menjadi wali kelas d kelas sebelas dulu sekaligus guru Bhs Jerman kami, Bu Kat. Selain Bu Kat, kami juga pergi bersama Bu Misla, salah satu guru BP di smansa.
Hari jum'at pun tiba. Rasa-rasanya sih, ni hari bakal bagus. Soalnya aku bangun gak telat dan sempet makan enak dirumah. Uang jajan yg biasanya sudah habis d hari rabu jg masih bersisa. Oiya, pintu gerbang jg belum ditutup waktu aku ama oci datangg, gak kayak biasa. Hehehe. Apalagi yg kurangg, coba? Jam pelajaran bhs jerman kosong, bhs inggris pun dimulai dgn lambat. Dua-duanya adalah hal yg sangat jarang terjadi. Akupun memulai hari setelah skola dgn sangat-sangat-sangat semangat. Menunggu pukul 13.30 (waktu yg kami sepakati dengan Bu Kat dan Bu Misla) sambil menonton vcd Love Phobia bersama Oci dirumahnya. Sumpaaaaah, baru d film ini aku nangis sampe sesenggukan. Hikshiks. (gak tau ini gara-gara emang aku jarang nonton film , atau aku emang cengeng. Huhu) Film bergenre drama romantis ini emang bener-bener romantis, mengharukan dan membuat penonton iri dengan ketulusan dan pengorbanan cinta yg dimiliki oleh dua orang pemainnya. Walaupun akhirnya mereka tak saling memiliki seperti akhir cerita yg biasa terjadi di dongeng, setidaknya mereka memiliki cinta yang tetap hidup walau jarak memisahkan. PS : ni film rada aneh jg sih, ada ufo-ufonya gitu masalahnya . :p
Oke, cukup review filmnya, kembali ke kisah sebelumnya .
Setelah nonton film, akupun kembali ke rumah. Siap-siap secepatnya untuk pergi ke bjm, karena tidak ingin memberikan kesan negatif kepada beliau-beliau. Lewat sepuluh menit dr pukul 14.00 WITA, a nad ngejemput ke rmh. Sesuai rencana, kamipun pergi k sebuah toko olahraga di bjm(gak inget namanya. Hehe). Tak berapa lama, urusan bayar-membayar pun selesai. Barang pun dibawa. Betapa terkejutnya kami(A nad, aku, Oci) melihat betapa besar karung itu. Serupa karung yg biasa dipakai utk membungkus beras tp tak dibungkus seperti itu. Karung ini dibungkus sehingga berbentuk persegi panjang. Bisakah kau membayangkannya? Weeeeew. Bagasi belakang Yaris yg kecil itu pun penuh dengan barang tersebut.
A nad : "Tenang, muat koq ."
Bapak2YgNgangkutTuKarung : "Masi ada satu karung lg. "
KamiBertiga : "Appaaaaaaaaa?"
Aku : "Aa...... Gimana niih ?"
Daaaan, kalian tahuu ?
Karung itu bahkan lebih besar dari yang sebelumnya. Iapun akhirnya diam d tengah. Di tempat yg harusnya untuk kakiku dan Oci. Betapa menyedihkannya!
A nad, liat pengorbanan kami ini untukmu. Huhu.
Akhirnya, kami pun duduk sepanjang jalan dengan bersila. Bersila di mobil? Oke, itu aneh. Sangaaatt. Huhu.
Perjalanan yg sangat tak diduga inipun dilanjutkan. Sebagai murid yg baik, kami menyerahkan pilihan untuk menentukan tempat tujuan berikutnya kepada guru-guru kami tercinta itu. Pilihan pun jatuh ke(seperti yg sudah di duga sebelumnya)DM.
Tempat pertama yang kami datangi adalah Bakso Lapangan Tembak Senayan. Waaah, betapa pengertiannya kalian guruku sayang. Hihihihi. Setelah memesan kemudian menyantap dua kwetiau goreng untukku dan Oci, bakso kuah untuk A nad, dan bakso campur untuk Bu Kat dan Bu Misla sembari mengobrol, A nad dan Bu Kat berebut sambil berdorong-dorongan dan berargumentasi siapa yang berhak untuk membayar makanan itu. Oke, kali ini aku ngalaaah, gak ikut berebut bayar.(makluuum sodara-sodara, saya masih anak sekolaaah, tiga SMA. Hoho) Peperangan itupun kemudian dimenangkan oleh Bu Kat(congrats Frau). Perjalanan pun dilanjutkan ke Gramedia. Oke, tempat mana lagi yang kalian kira akan kami sambangi apabila sedang jalan-jalan bersama guru di DM? Amazone? Bioskop 21? Atau Matahari? Hahahaha. Gramedia tetap yang utama sob. Huhuhu. Kami menghabiskan kira-kira satu jam disana untuk memilih buku yang ingin dibeli dan menunggu Frau Kat memilih buku yang dibelinya juga. Terakhir, kami pergi ke Duta Suara, memilih beberapa keping VCD untuk didengarkan dimobil dalam perjalanan pulang nantinya. Setelah itu? PULANG! Perjalanan yang sangat biasa apabila kalian hanya melihat tempat yang kami kunjungi tanpa melihat keseluruhannya.
Kalian tau? Menghabiskan waktu dengan guru akan mengubah persepsi kita mengenai mereka. Seperti aku saat ini, sebelumnya kupikir perjalanan ini akan sangat membosankan. Tapi pada akhirnya, aku malah ingin mengulangi saat-saat seperti itu. Berjalan bersama guru-guruku itu seperti berjalan bersama kakak kita. Mereka juga bisa 'GILa', tapi tetap tahu aturan. Hahaha.
LIEBE EUCH MEINE LEHRERIN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar